TERAMPIL MENDENGAR
Dalam berkomunikasi kemampuan berbicara itu penting, tapi ternyata
menurut penelitian kemampuan mendengar jauh lebih penting. Celakanya kebanyakan
kita bukan ahli mendengar, bukan pendengar yang baik. Banyak pembicara ulung
tapi sedikit pendengar ulung.
Pagar bukan sembarang pagar, pagar ini pagarnya lokomotif..
mendengar bukan sembarang mendengar, tapi ini mendengar aktif...
kenapa
jadi pantun..? :D
Mendengar pasif itu kemampuan alamiah, tapi mendengar aktif
harus dipelajari, mendengar aktif harus dilatihkan. Mendengar aktif harus jadi
kebiasaan. Keberhasilan komunikasi antarpribadi sangat ditentukan oleh
kemampuan mendengar aktif.
Telinga kita dua, mulut kita satu. Maka lebih banyak
mendengar adalah kemestian. Sayangnya saat ini masih langka Pelatihan untuk
bisa Mendengar Aktif, yang banyak justru Pelatihan Bicara Efektif.
![]() |
| Pantai Kuta, Lombok, Nusa Tenggara Barat |
Mendengar Aktif adalah sebuah sikap mendengarkan dengan seksama dan fokus dengan setiap perkataan orang lain yang melibatkan respon lisan sederhana, ekspresi wajah, gerak tubuh sehingga lawan bicara merasa diperhatikan penuh. Rasa diperhatikan itulah yang mahal, dan banyak hubungan terganggu karena kurangnya perhatian. Tunjuk tangan yang hidupnya kurang perhatian..?! :p
Mari belajar mendengar. Mari berlatih mendengar. Kita
berlatih mendengarkan siapa saja yang ingin bicara kepada kita. Meski yang bicara
lebih muda, dengarkan. Meski yang bicara pendidikannya lebih rendah, dengarkan.
Meski yang bicara jabatannya dibawah kita, dengarkan. Meski yang bicara adalah
mantan, lupakan, jangan dengarkan. Eh..
Libatkan semua panca indera kita untuk aktif menangkap isi
pembicaraan lawan bicara kita. Kita merespon dengan kening yang berkenyit,
mungkin sesekali mata memicing, (asal jangan ngedip sebelah), sesekali mata terbelalak
jika ada hal yang mengejutkan, ditambahkan sound effect sedikit (maaf, yang ini
lebay,..).
Gerak tubuh secara alamiah akan mengikuti ketika merespon
pembicaraan jika kita memang aktif mendengar. Mungkin akan sedikit mencodongkan
badan mengirim pesan bahwa kita tertarik mendengarkan, mungkin kita agar bersandar
menandakan bahwa memang beban benar lawan bicara kita berat, bersandar di kursi
ya.. bukan bersandar di bahunya.
Senyuman selalu menyenangkan. Maka tersenyumlah ketika kita
mengapresiasi kegembiraannya, ketika kita ingin menghiburnya, senyum disaat
yang tepat, jangan sepanjang pembicaraan tersenyum terus, natural saja.
Kemudian respon verbal, kata kata seperi “Ohh….” sambil manggut-manggut,
“Hmm..” sambil memegang dagu, “Wow..” sambil membuka kedua tangan kita, itu
adalah sinyal keaktifan. Lawan bicara akan merasa mendapat respon positif.
Kadang orang bicara, berbagi tentang masalah bukan karena
ingin mendapat solusi, tapi hanya ingin mencurahkan isi hati. Ketika respon
positif sudah didapatkan, dia akan merasa kembali punya kekuatan dan masalah
bisa terpecahkan. Ia kan ?
Keterampilan mendengar aktif butuh dilatihkan,
agar ia menjadi keahlian yang melekat. Semua pekerjaan yang membutuhkan
keahlian berkomunikasi antarpribadi harus meningkatkan kemampuan mendengarkan
secara aktif. Keahlian ini harus dipunyai oleh guru, pebisnis, pelatih, Pembina
pramuka, andalan kwartir, pemimpin perusahaan, karyawan atau supir ojek online
yang sering kebagian curhat penumpangnya.....

Komentar
Posting Komentar