RAKERNAS 2020 selesai, apa hasilnya....?
Alhamdulillah... Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan tanggal 19-21 Februari 2020 selesai dan menghasilkan rekomendasi yang cukup banyak untuk dilaksanakan Kwartir Nasional di tahun bakti ini. Semoga saja kita semua diberikan kesehatan, kekuatan juga rezeki yang cukup untuk bisa melaksanakan semua amanah R
akernas 2020 ini.
Hasil Rekomendasi akhir dari Rapat Kerja Nasional dapat di unduh disini.
Tapi karena saya di Kwarnas berada di posisi Komisi Kerja sama Negeri maka saya hanya menjelaskan hasil rekomendasi khusus untuk Bidang Luar Negeri.
Kenapa sebutnya Bidang bukan Komisi ?
Seperti capaian Bidang Luar Negeri di Tahun 2019 yang Programnya terealisasi 100% meskipun kondisi keuangan Kwarnas sedang super hemat, itu semua bukan capaian Komisi Kerja Sama Luar Negeri semata, tapi capaian kita semua.
Setidaknya ada 5 butir rekomendasi Rakernas di Bidang Luar Negeri, sebagai berikut:
- Menyepakati dan mendukung program-program luar negeri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2020, serta menyempurnakan Petunjuk penyelenggaraan tentang pengiriman kontingen atau delegasi keluar negeri.
- Mendorong Kwartir Daerah agar memiliki andalan yang khusus memfasilitasi kegiatan luar negeri.
- Meminta Kwartir Daerah atau Kwartir Cabang, khususnya yang berada di wilayah perbatasan dengan Negara tetangga dalam berkegiatan bersama agar berkoordinasi dengan Kwartir Nasional.
- Mendorong Kwartir Cabang se-Indonesia agar dapat mengirimkan setidaknya satu Putra dan satu Putri penggalang Garuda pada jamboree Dunia 2023 di Korea Selatan.
- Meminta Kwartir Nasional untuk memberikan sikap kepada ATAS (Association of Top Achiever Scout).
Bismillah, semoga rekomendasi ini bisa kita laksanakan semua.
Selanjutnya saya ingin menjelaskan maksud dan latar belakang sehingga dalam diskusi di rapat kelompok sehingga tiap butir rekomendasi ini bisa keluar.
Rekomendasi Pertama; Menyepakati dan mendukung program-program luar negeri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2020, serta menyempurnakan Petunjuk penyelenggaraan tentang pengiriman kontingen atau delegasi keluar negeri.
Rakernas salah satu agenda krusialnya adalah membahas program tahun ini. Dan Alhamdulillah, setelah Komisi Kerjasama Luar Negeri memaparkan presentasi rencana program 2020. Seluruh peserta dari Kwartir Daerah yang hadir bulat menyepakati dan mendukung semua program-program tersebut. Apa saja Program yang kami paparkan ? Silakan klik disini.
Tambahan program yang disarankan adalah Penyempurnaan Petunjuk Penyelenggaraan Pengiriman Kontingen atau Delegasi ke luar negeri.
Saran ini muncul karena tren para anggota Gerakan Pramuka di Indonesia untuk mengikuti kegiatan luar negeri belakangan ini semakin tinggi. Faktor pendorong meningkatnya kegiatan ini ada beberapa hal seperti Program Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang yang memang mengalokasikan untuk partisipasi kegiatan di internasional, makin diminatinya kegiatan Kepramukaan gudep yang berpangkalan di Sekolah-sekolah yang memiliki program pengiriman siswanya ke kegiatan internasional selain itu perjalanan keluar negeri juga makin terjangkau.
Dengan tingginya volume partisipasi kegiatan internasional ini, maka dipandang perlu Kwarnas secepatnya menyempurnakan petunjuk penyelenggaraan terkait pengiriman kontingen atau delegasi ke luar negeri baik berupa kegiatan lokakarya, pelatihan, perkemahan jambore, raimuna atau sebagainya.
Semangat penyempurnaan ini bukan untuk mempersulit tapi justru lebih mempermudah namun tetap memperhatikan standar operasional yang baik sebagai bagian dari pengelolaan risiko.
Bagi kakak-kakak yang sudah sering atau pernah berkegiatan ke luar negeri atas nama Gerakan Pramuka dan memiliki masukan terkait penyempurnaan petunjuk penyelengaraan ini, silakan kirim ke E-Mail saya : layen.r06@gmail.com ya..
Rekomendasi Kedua, Mendorong Kwartir Daerah agar memiliki andalan yang khusus memfasilitasi kegiatan luar negeri.
Undangan kegiatan di luar negeri baik yang berasal dari tingkat Global oleh WOSM, tingkat Regional oleh APR atau Regional lain serta dari NSO (National Scout Organization) lain semakin banyak.
Ada juga kegiatan magang yang sangat bermanfaat bagi Pramuka Pandega atau Pembina dibawah 30 tahun seperti yang diselenggarakan Scouts BSA (saya mengikuti program ini pada tahun 2009) atau Korea Scout Assocation di APR Scout Centre (saya pernah melihat program ini langsung di lokasinya, karena bersamaan saat saya mengikuti CLT di tempat tersebut) dan yang paling saya ingin sekali ikuti tapi tidak kesampaian adalah program di Kandersteg International Scout Centre.
Belum lagi undangan dari NSO lain pada kegiatan Jambore dan atau Raimuna nya juga mengundang Gerakan Pramuka.Untuk Anggota Dewasa kegiatan-kegiatan dalam bentuk Lokakarya (Workshop) sangat banyak, Pelatihan untuk Pelatih Pembina Pramuka setara KPL/CLT tingkat Regional Asia Pasifik yang diselenggarakan per 3 tahun sekali atau pelatihan NSO yang mengundang negara lain.
Informasi terkait undangan kegiatan dari luar negeri yang sangat banyak tersebut membutuhkan perhatian khusus, maka di tingkat Kwarda akan sangat membantu jika ada Andalan Daerah (tidak perlu sampai setingkat Wakil Ketua) yang membidangi Urusan Luar Negeri tentunya dengan kualifikasi kemampuan bahasa inggris yang cukup dan akan lebih membantu jika pernah mengikuti kegiatan internasional kepramukaan.
Andalan ini yang bertugas untuk memfasilitasi kegiatan luar negeri berkoordinasi dengan bidang terkait. Ia akan mempelajari undangan yang disebarkan oleh Kwarnas sehingga bisa menentukan siapa dan bagaimana pola perekrutan, apa persiapan yang dibutuhakan dan tentunya tindak lanjut sekembalinya kontingen/delegasi tersebut ke daerah masing-masing.
Beberapa Kwarda yang diketahui sudah memiliki Andalan Urusan Luar Negeri diantaranya Lampung, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.
Rekomendasi Ketiga, Meminta Kwartir Daerah atau Kwartir Cabang, khususnya yang berada di wilayah perbatasan dengan Negara tetangga dalam berkegiatan bersama agar berkoordinasi dengan Kwartir Nasional.
Indonesia negara yang luas dan berbatasan langsung dengan banyak negara. Beberapa Kwarcab yang berbatasan langsung sering mengadakan kegiatan bersama. Kwartir Nasional mendukung untuk kegiatan bersama itu tetap dilaksanakan tapi agar kiranya Kwartir Nasional diberikan pemberitahuan. Hal tersebut juga berlaku untuk satuan dari negara tetangga tersebut agar berkoordinasi dengan pengurus pusatnya.
Belum lama saya berkunjung ke Tawau, Sabah - Malaysia bersama dengan salah satu pengurus Kwarcab Nunukan. Tawau dan Nunukan sudah lama sering menyelenggarakan kegiatan yang saling mengundang satu sama lain, karena jarak Pusat Nunukan dan Pusat Tawau hanya 1 jam ferry.
Saya menyampaikan hal diatas kepada Ketua Pengakap Distrik Tawau. Bahwa Kwarnas Gerakan Pramuka prinsipnya mendukung kegiatan bersama dan atau kegiatan yang saling mengundang satu sama lain. Belum lama kami menerima tembusan undangan terkait kegiatan Pra-Jambore Borneo yang akan diselenggarakan di Distrik Tawau dan mengundang Pramuka Indonesia.
Saya kira hal tersebut diatas dapat dipahami oleh Kwarcab/Kwarda lain, bahwa siapa saja yang berkegiatan atas nama Gerakan Pramuka Indonesia dengan Pramuka dari negara tetangga agar dapat memberikan tembusan pemberitahuan ke Kwarda dan Kwarnas.
Tentu ini juga berlaku untuk kegiatan bersama atau kegiatan kerjasama dengan Negara lain (tidak hanya negara tetangga) yang mengatasnamakan Gerakan Pramuka. Karena kita ketahui ada Kota Kabupaten atau Propinsi yang menjalin kerjasama dalam format Sister City dengan Kota dari Negara lain.
Tentu ini juga berlaku untuk kegiatan bersama atau kegiatan kerjasama dengan Negara lain (tidak hanya negara tetangga) yang mengatasnamakan Gerakan Pramuka. Karena kita ketahui ada Kota Kabupaten atau Propinsi yang menjalin kerjasama dalam format Sister City dengan Kota dari Negara lain.
Rekomendasi Keempat, Mendorong Kwartir Cabang se-Indonesia agar dapat mengirimkan setidaknya satu Putra dan satu Putri penggalang Garuda pada Jamboree Dunia Ke-25 tahun 2023 di Korea Selatan.
Jambore Dunia berikutnya memang masih lama, masih 3 tahun lagi. Tapi belajar dari partisipasi Gerakan Pramuka Indonesia pada Jambore Dunia yang baru saja dilaksanakan di West Virginia, Amerika Serikat pada bulan juli lalu maka banyak hal yang ingin Gerakan Pramuka tingkatkan pada Jambore dunia berikutnya di Korea Selatan pada 2023.
Sebagai anggota Gerakan Pramuka terbesar di dunia, maka sudah sewajarnya jika Indonesia mengirim peserta yang juga besar. Di Jambore Dunia ke-24 lalu, kita hanya mengirimkan total 78 peserta, terdiri dari 67 peserta didik, 8 Pembina Pendamping dan 3 Pimpinan Kontingen dimana saya salah satu diantaranya sebagai Wakil Ketua Kontingen.
Kenapa sedikit sekali jumlahnya? Karena jumlah ini sudah ditetapkan di Kepengurusan sebelumnya. Kami hanya meneruskan mengelola jumlah yang sudah ditetapkan.
Kenapa sedikit sekali jumlahnya? Karena jumlah ini sudah ditetapkan di Kepengurusan sebelumnya. Kami hanya meneruskan mengelola jumlah yang sudah ditetapkan.
Dalam pertemuan saya dengan Ketua Kwarnas Korea Scout Association Simon Rhee pada bulan April di Charleston, West Virginia USA disela-sela pertemuan para Pimpinan Kontingen, Simon bertanya
"Berapa Pramuka yang akan dikirim ke WSJ 2023 di Korea ?" Saya jawab dengan gaya menggertak "1.000 orang!", dia terkaget, saya mengira karena jumlahnya terlalu banyak. Lalu dia menjawab "Apa? Hanya 1.000 ? Saya sudah menyiapkan 2.000 orang untuk Pramuka Indonesia tapi kalian hanya akan kirim 1.000 ?". Cilaka.... rupanya dia terkaget karena jumlah yang kita rencanakan terlalu sedikit dari yang dia harapkan. OK lah tantangan diterima... hehehe.
Kita ingin kirim lebih dari 1.000. Tapi bukan hanya semata jumlah yang banyak, bukan mereka karena semata punya uang lalu bisa pergi ke Jambore Dunia. Tidak. Kita ingin mereka yang terbaik bisa berangkat. Saya usulkan pola seandainya 514 Kwarcab di Indonesia menganggarkan untuk memberangkatkan 1 orang penggalang Garuda putra dan 1 orang penggalang Garuda Putri terbaiknya hasil seleksi. Maka kita akan punya 1.028 Pramuka Peserta Jambore Dunia yang berkualitas.
Maka rekomendasi ini menjadi penting disampaikan sejak awal, agar Kwarda dan Kwarcab sudah mulai melakukan perencanaan dan instrumen Pramuka Garuda dapat lebih menguat karena menjadi prasyarat beasiswa untuk mengikuti Jambore Dunia.
Apakah peserta selain utusan Kwarcab tersebut akan tetap ada ? Tentu iya, kita akan atur kemudian apa syarat minimal untuk bisa ikut. Tentunya dia harus Pramuka Pengglang atau Pramuka Penegak yang aktif berlatih.
Janganl lupa, selain peserta kita akan mengirim banyak International Service Team (IST). Panitia Internasional. Mereka harus bayar untuk bisa bekerja dalam kepanitiaan di Jambore Dunia. Keren kan..? Minat..?
Rekomendasi Kelima, Meminta Kwartir Nasional untuk memberikan sikap kepada ATAS (Association of Top Achiever Scout).
Dalam diskusi ada usulan dari Kwartir Daerah agar status terkait ATAS diperjelas dan semua aktifitas seperti Gathering dan Inagurasi ATAS agar dibuatkan standar yang lebih baik. Terkait hal ini, Kwartir Nasional akan berkoordinasi dengan Manajemen ATAS Indonesia.Bagi yang belum tahu apa itu ATAS dan ingin mengetahui lebih jauh tentang ATAS, sila di tautan ini.
Saya sendiri juga tergabung dalam komunitas ini dengan No.Registrasi ATAS#480
Demikian penjelasan dari tiap butir rekomendasi Rapat Kerja Nasional Tahun 2020 khusus Bidang Luar Negeri yang harus dikawal oleh Komisi Kerjasama Luar Negeri Kwartir Nasional. Dukungan dari semua pihak mulai dari Kwartir Derah sampai Ranting dan Gugusdepan termasuk yang berpangkalan di Perwakilan RI di luar negeri sangat dibutuhkan.
Sebagai Sekretaris Komisi Kerja sama Luar Negeri Kwarnas saya terbuka menerima jika ada masukan-masukan lain terkait bidang luar negeri.
Silakan ke E-Mail saya; layen.r06@gmail.com.
Melalui Kepramukaan kita turut membesarkan Nama Indonesia disegani di mata dunia !!!
Salam Pramuka.



Komentar
Posting Komentar