KOLEKSI PUISI

RINDU PETUALANGAN

Ku merindukan pantai dan senjanya..

Dimana angin bertiup tak memilih muara..
Kala suara deburan menjadi nada terapi..
Saat pandangan bebas menari..

Ku merindukan puncak gunung dan mentari terbitnya..
Berkoreografi bersama kabut dinginnya..
Paduan suara endemik yang memanja telinga..
Bercengkrama bersama hangat unggun yang menyala..

Ku merindukan petualangan..

Bersembunyi sejenak saja dari layar menyala..
Melarikan diri dari gedung gedung tinggi..
Sekejap saja tak terpapar udara yang kaya karbondioksida..
Istirahat dari penat antrian jalanan dan klakson yang bernyanyi..

Sejenak saja..
dan kemudian..
aku akan kembali menantang kalian..

Ku merindukan nya..



---
Bekasi, 6 Januari 2018


BERSEDIH SEBENTAR SAJA

Jelanglah terbit mentari..
Setelah melewati kelamnya malam karena ditinggal senja..

Cerita bisa ditulis tapi takdir sudah menggaris..
Kita ingin alur penuh romansa tapi garis berkurva mengubah jadi nelangsa..

Tapi itu hanya putaran saja..
Sejuk pagi, terik lagi siang kemudian kembali sang senja menyapa..


Misteri semesta, Kuasa Sang Maha Kuasa.. Kita bisa apa..
Bersedihlah sebentar saja..
Namun sebentar lagi..
Bersiaplah berbahagia..

---

Laiyin Nento
Pulau Sebatik, Nunukan
30 Juni 2018





Komentar

Postingan populer dari blog ini

.:: LayAr - kreatif ::.

TERAMPIL MENDENGAR

Refleksi Karakter Bangsa Kita di Jalan Raya